Sabtu, 03 Desember 2011

PEDOMAN


Filsafat



Assalamu’alaikum
Kekayaan sejati bukanlah pada banyaknya harta benda, akan tetapi kekayaan sejati adalah kekayaan jiwa. Kaya rupanya lebih pada rasa di hati bukan pada banyaknya harta benda.
Orang yang memiliki rumah, kendaraan, uang dan perusahaan yang banyak bila ia merasa semua itu kurang maka sebenarnya ia adalah orang miskin sejati. Bila rasa kekurangan itu memaksa ia untuk korupsi, merampas hak orang lain, dan menipu orang lain, maka ia jangankan disebut kaya sebutan miskin pun masih terlalu mulia untuk dirinya.
Sebab jika orang miskin terpaksa mencuri milik orang lain karena perihnya rasa lapar sementara orang itu mencuri hak orang lain karena ketamakan. Perut bisa kenyang dengan satu piring nasi tetapi tamak tidak akan pernah kenyang meskipun dengan tanah sepenuh gunuh.
Malang benar orang itu ia berada jauh di bawah batas kemiskinan, bahkan nama pun ia tidak punya.
Belajarlah untuk bersyukur karena syukur membuat kita menyadari bahwa dalam satu detik ada milyaran nikmat yang sedang terlimpah kepada kita, yang berarti detik itu juga hati kita dipenuhi perasaan kaya dan kaya.
Wassalamu’laikum Wr.Wb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar