Filsafat
Assalamu’alaikum
Kekayaan sejati bukanlah pada banyaknya harta
benda, akan tetapi kekayaan sejati adalah kekayaan jiwa. Kaya rupanya
lebih pada rasa di hati bukan pada banyaknya harta benda.
Orang yang memiliki rumah, kendaraan, uang dan
perusahaan yang banyak bila ia merasa semua itu kurang maka sebenarnya
ia adalah orang miskin sejati. Bila rasa kekurangan itu memaksa ia untuk
korupsi, merampas hak orang lain, dan menipu orang lain, maka ia
jangankan disebut kaya sebutan miskin pun masih terlalu mulia untuk
dirinya.
Sebab jika orang miskin terpaksa mencuri milik
orang lain karena perihnya rasa lapar sementara orang itu mencuri hak
orang lain karena ketamakan. Perut bisa kenyang dengan satu piring nasi
tetapi tamak tidak akan pernah kenyang meskipun dengan tanah sepenuh
gunuh.
Malang benar orang itu ia berada jauh di bawah
batas kemiskinan, bahkan nama pun ia tidak punya.
Belajarlah untuk bersyukur karena syukur membuat
kita menyadari bahwa dalam satu detik ada milyaran nikmat yang sedang
terlimpah kepada kita, yang berarti detik itu juga hati kita dipenuhi
perasaan kaya dan kaya.
Wassalamu’laikum Wr.Wb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar